Tahukah
kamu bahwa seekor penyu yang kita lihat adalah sebuah keajaiban? Penyu adalah
hewan purba yang sampai sekarang masih ada. Sejak 150.000.000 tahun lalu, penyu
sudah ada di muka bumi. Bahkan ketika dinosaurus punah 65 juta tahun yang lalu,
penyu masih bisa bertahan sampai sekarang. Hebat bukan?
Penyu melakukan perkawinan di tengah laut. Pada saat akan melakukan perkawinan, penyu jantan akan berenang mengikuti penyu betina. Penyu jantan kemudian naik ke punggung si betina untuk melakukan perkawinan. Perkawinan itu terjadi di permukaan air dalam dengan waktu yang cukup lama, bisa mencapai 6 jam lebih. Selama melakukan perkawinan, kedua penyu timbul dan tenggelam di permukaan air. Agar penyu betina tidak mudah lepas, penyu jantan menggunakan kuku depan untuk menjepit tubuh penyu betina.
Menjelang waktu bertelur, penyu betina menuju pantai untuk bertelur. Setelah bertelur, penyu betina akan kembali ke laut, meninggalkan telur timbunan pasir pantai.
Setelah sekitar 1,5 bulan setelah dierami di dalam pasir, 80% telur penyu menetas menjadi tukik sedangkan 20% dari jumlah telur penyu tidak menetas. Misalnya dalam sebuah sarang terdapat 1000 telur penyu, 200 telur tidak menetas, dan 800 telur menetas menjadi tukik.
800 tukik bertahan hidup untuk kembali ke laut. Namun, perjalanan menuju laut tidaklah mudah. Mereka diancam oleh pemangsa, di antaranya, kepiting, rakun, dan burung. 50% dari mereka tidak pernah sampai ke laut. Ya, hanya 400 tukik yang berhasil menuju laut.
Sesudah sampai di laut, perjuangan hidup para tukik masih cukup berat. Kehidupan laut juga kejam. Tukik yang masih kecil dan lemah menempati level bawah dari rantai makanan. Mereka menjadi santapan enak para pemangsa di laut, seperti ikan hiu, lumba-lumba, bahkan burung memangsa mereka ketika mereka mengambil nafas di permukaan laut. Dari 400 tukik, hanya tinggal 200 yang bertahan hidup sampai dewasa.
Pun begitu, kehidupan di laut terasa semakin berat bagi penyu. Karena perubahan cuaca, iklim, dan predator, dari jumlah 200 penyu dewasa, hanya 10% atau 20 penyu yang bertahan sampai usia matang, siap untuk kawin dan bertelur dengan catatan tanpa gangguan dari manusia.
Dan, dari 20 penyu, hanya 2 penyu yang selamat dengan gangguan manusia. Gangguan manusia di sini salah satunya adalah sampah di lautan. Kita tahu bahwa penyu memakan rumput laut dan ubur-ubur. Sering kali penyu salah menganggap sampah plastik yang dibuang oleh manusia di lautan sebagai ubur-ubur. Akan berujung pada kematian bukan bagi penyu yang memakan plastik? Sampah lainnya, seperti senar pancing juga bisa menyebabkan kematian pada penyu. Senar pancing itu bisa melukai penyu dan hewan laut lainnya. Selain sampah, pembangunan di pantai serta pembuangan limbah dan minyak di laut juga menjadi penyebab menurunnya jumlah penyu.
Wow.. Dari 1000 telur, hanya ada 2 penyu yang bertahan hidup! Penyu yang bertahan hidup itulah yang menjadi sebuah keajaiban. Mereka benar-benar survivor. Namun, dengan jumlah yang semakin sedikit, penyu memang benar-benar terancam punah. Kita tidak mau penyu jadi punah bukan?
Gambar di atas diambil dari video berikut






